banner 728x250

Meriah dalam Tawa, Hangat dalam Kebersamaan: Persit Boyolali Rayakan Delapan Dekade dengan Permainan Tradisional

Corong berita.i-news.site – 14 Februari 2026

 

 

Boyolali — Tawa anak-anak dan canda para ibu berpadu seperti alunan masa lalu yang kembali dipanggil pulang. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit KCK Cabang XLV Dim 0724/Boyolali menghidupkan kembali denyut permainan tradisional di halaman Makodim 0724/Boyolali, Jumat (13/02/2026).

 

Permainan bola bekel, lompat karet, congkak, hingga engklek bukan sekadar perlombaan. Ia menjelma menjadi jembatan yang menghubungkan generasi—antara kenangan masa lalu dan harapan masa depan. Setiap lompatan, setiap lemparan, dan setiap langkah kecil di atas garis engklek membawa pesan sederhana: kebersamaan adalah kekuatan yang tidak lekang oleh zaman.

 

Antusiasme terpancar dari wajah para peserta. Anak-anak berlari tanpa beban, sementara para ibu tersenyum dengan kebanggaan yang tenang—seolah waktu memberi mereka kesempatan untuk kembali menjadi bagian dari cerita yang pernah mereka jalani.

 

Ketua Persit KCK Cabang XLV Dim 0724/Boyolali, Ny. Meita Dhanu Anggoro, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar menjaga warisan budaya agar tidak tenggelam di tengah derasnya arus teknologi yang terus bergerak maju.

 

“Momentum HUT ke-80 ini diharapkan semakin mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan, serta menumbuhkan semangat dalam mendukung pengabdian suami sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” ujarnya.

 

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Namun lebih dari sekadar trofi, yang pulang bersama mereka adalah sesuatu yang tak kasat mata—rasa kebersamaan yang diperbarui, dan keyakinan bahwa tradisi bukanlah masa lalu yang ditinggalkan, melainkan akar yang menjaga pohon pengabdian tetap tegak berdiri.

 

Di usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana tidak hanya merayakan perjalanan waktu. Ia merayakan makna—bahwa di balik setiap pengabdian, selalu ada keluarga yang menjaga nyala semangat tetap hidup.

 

Rf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *