
SIDOARJO//corongberita.i-news.site. Di tengah suasana pasca Hari Raya Idulfitri yang masih menyisakan nuansa kemenangan, sebuah pemandangan penuh makna tersaji dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar Sekretariat Bersama (Sekber) GOR Sidoarjo. Bukan sekadar pertemuan biasa, acara ini menjelma menjadi ruang batin yang menyentuh hati, tempat di mana maaf dipeluk dengan tulus, luka diluruhkan, dan harapan kembali disulam bersama.
Satu per satu anggota yang hadir saling berjabat tangan. Ada senyum yang merekah, namun tak sedikit pula mata yang berkaca-kaca. Dalam keheningan yang hangat itu, tersimpan kesadaran bahwa kebersamaan bukan sesuatu yang datang begitu saja, melainkan harus dijaga, dirawat, dan diperjuangkan.
Halal Bihalal ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi titik balik, sebuah momentum untuk menguatkan kembali ikatan yang mungkin sempat merenggang, menyatukan kembali langkah yang sempat berbeda arah, dan meneguhkan tekad bahwa hanya dengan kebersamaan, masa depan Sidoarjo bisa dibangun lebih baik.
Kehadiran sejumlah tokoh penting turut memberi energi emosional yang kuat. Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Usman, M.Kes, tokoh muda Achmad Amir Aslichin, serta Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Choirul Hidayat, S.H tampak larut dalam suasana penuh kekeluargaan itu. Mereka tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki tanggung jawab moral terhadap kemajuan daerah.

Ketua Sekber GOR Sidoarjo, Suryanto, menyampaikan sambutannya dengan nada yang sarat ketulusan. Kata-katanya sederhana, namun menghunjam hati.
“Hari ini kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga saling menguatkan. Kita diingatkan bahwa di tengah segala perbedaan, kita tetap satu keluarga yang punya tujuan yang sama,” ucapnya lirih, namun penuh makna.
Pernyataan itu seakan menggugah kesadaran semua yang hadir, bahwa kekuatan terbesar bukan pada jabatan, bukan pada kepentingan, melainkan pada rasa saling memiliki dan kepedulian yang tulus.
H. Usman, M.Kes pun menegaskan bahwa kebersamaan seperti ini adalah fondasi utama dalam membangun daerah. Dengan suara yang tegas namun penuh empati, ia mengajak semua pihak untuk tidak menyia-nyiakan momen tersebut.
“Kalau kita bisa bersatu seperti hari ini, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan. Kebersamaan adalah kunci, dan ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
Senada, H. Choirul Hidayat, S.H menekankan pentingnya komunikasi yang jujur dan terbuka. Baginya, dari komunikasi yang tulus akan lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan akan tumbuh kekuatan besar untuk membawa perubahan nyata.
Di sudut lain, Bendahara Sekber, Sri Miaty, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, momen ini adalah pengingat bahwa Sekber bukan sekadar wadah organisasi, melainkan rumah bagi banyak hati yang ingin berbuat kebaikan.
“Kita ini keluarga. Dan keluarga tidak akan pernah saling meninggalkan,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Sekretaris UMKM Reksoati, Ayunda Goba, melihat secercah harapan besar dari kebersamaan yang terjalin. Ia percaya bahwa dari sinilah peluang-peluang baru akan lahir, khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Ketika kita saling menguatkan, maka yang kecil bisa menjadi besar. UMKM akan tumbuh jika kita bergerak bersama,” tuturnya penuh harap.
Acara ditutup dengan doa bersama yang khidmat, seolah menjadi ikrar batin seluruh yang hadir untuk melangkah ke depan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Dalam ramah tamah yang berlangsung setelahnya, tawa kembali pecah, namun kali ini terasa lebih hangat, karena lahir dari hati yang telah saling memahami.
Halal Bihalal Sekber GOR Sidoarjo tahun ini bukan hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga menanamkan harapan. Harapan bahwa di tengah berbagai tantangan, persatuan tetap bisa dijaga. Harapan bahwa dari kebersamaan yang sederhana, akan lahir kekuatan besar untuk membawa Sidoarjo menuju masa depan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan penuh keberkahan.










