banner 728x250
Daerah  

Negara Hadir di Pasar Rakyat, Satgas SABER Way Kanan Kawal Harga dan Pasokan Pangan

Corong berita.i_news.site 07_06_2026

 

 

WAY KANAN – Pasar rakyat menjadi cermin paling nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan. Saat harga bergejolak dan pasokan tersendat, dapur masyarakat adalah yang pertama merasakan dampaknya. Berangkat dari kesadaran tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) SABER (Sapu Bersih) Pelanggaran Pangan Kabupaten Way Kanan turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Pantauan SP2KP Baradatu, Jumat (6/2/2026).

 

Pemantauan dipimpin Ketua Tim Pelaksana Satgas SABER dan melibatkan unsur Polres Way Kanan, Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Bulog Sub Drive Lampung Utara. Kegiatan ini bertujuan memastikan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok tetap berada dalam koridor kewajaran sesuai ketentuan pemerintah.

 

Sejumlah komoditas strategis menjadi fokus pemantauan, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah dan bawang putih, telur ayam ras, serta daging. Melalui dialog langsung dengan pedagang dan pembeli, Satgas SABER menyerap kondisi riil pasar—mendengarkan keluhan, mencermati dinamika harga, sekaligus memastikan tidak ada praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.

 

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi pasar relatif terkendali. Ketersediaan bahan pangan dinilai aman dan mencukupi, sementara harga komoditas pokok secara umum berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP). Bahkan, beberapa komoditas tercatat dijual di bawah harga acuan.

 

Pemerintah Kabupaten Way Kanan menegaskan bahwa pengawasan pasar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat. Monitoring dan pengendalian harga akan terus dilakukan secara konsisten agar pasar rakyat tetap menjadi ruang yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan publik.

 

Di tengah dinamika ekonomi yang kerap tidak menentu, langkah ini menjadi pesan penting bahwa negara tidak boleh absen dari pasar rakyat. Sebab, di sanalah kebutuhan paling dasar masyarakat diuji, sekaligus kepercayaan publik terhadap peran negara dipertaruhkan.

 

*Rf*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *